JAKARTA, JMI --
Mayoritas harga kripto terlihat hijau cemerlang pada Senin
(4/7) pagi. Namun, kenaikannya belum cukup untuk memulihkan beberapa aset
kripto.
Hal itu terlihat dari bitcoin yang bahkan turun ke US$19.205,
meski sebelumnya sempat menyentuh US$30 ribu.
Mengutip coinmarketcap.com, mata uang digital
dengan kapitalisasi pasar tertinggi itu terpantau memang naik 0,10 persen dalam
24 jam terakhir. Meski begitu, bitcoin telah turun 8,89 persen dalam sepekan
belakangan.
Sementara,
ethereum dibanderol US$1.071 per keping usai tumbuh 1,36 persen dalam semalam.
Namun, sama seperti bitcoin, ethereum merah 11,71 persen sepekan terakhir.
XRP
yang mencatat kenaikan terbesar, yakni 3,37 persen. Sekeping XRP saat ini
dihargai US$0,3241 per keping. Walau sebenarnya kenaikan ini kurang berarti,
sebab dalam sepekan terakhir XRP sudah turun 11,08 persen.
Selanjutnya,
BNB naik 4,54 persen ke posisi US$217,80. Dalam sepekan terakhir BNB tercatat
naik 5,75 persen.
Kemudian,
dogecoin meningkat 2,98 persen ke posisi US$0,067 per keping. Lalu, solana
tumbuh 1,69 persen ke posisi US$33,37 per keping. Keduanya merosot sepekan
terakhir, dengan dogecoin turun 10,53 persen dan solana merah 15,75 persen.
Ada
pula BNB tercatat tumbuh 0,69 persen dalam 24 jam terakhir. Satu keping BNB
kini dibanderol US$218,46. Selanjutnya, cardano juga naik 0,42 persen dalam
semalam dan menurun 8,68 persen dalam sepekan terakhir.
Sedangkan
usd coin dan tether sama-sama tumbuh tipis masing-masing 0,04 persen dan 0,01
persen. Usd coin dipatok US$1 per keping dan tether dibanderol US$0,999.
Satu-satunya
aset kripto yang melemah adalah binance usd yang turun 0,06 persen ke level
US$1. Meski begitu, dalam sepekan kripto ini telah naik 0,23 persen.
Saat
ini, kripto masih dilarang sebagai alat bayar di Indonesia. Namun, kripto
termasuk komoditas bursa berjangka, sehingga tidak masalah selama digunakan
sebagai investasi maupun komoditas yang diperjualbelikan oleh para pelaku
pasar.
Aset
kripto diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti)
Kementerian Perdagangan lewat Peraturan Bappebti No 2 Tahun 2019 tentang
Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi di Bursa Berjangka.
Selain
itu, aturan kripto juga tercantum dalam Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021
tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto
Asset) di Bursa Berjangka.
Sumber : CNN Indonesia
0 komentar :
Posting Komentar