Petugas memeriksa lembaran mata uang rupiah. ilustrasi |
"Dolar AS melanjutkan apresiasinya terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk Indonesia didorong oleh eskalasi perang dagang yang meningkat antara Amerika Serikat dan Cina," kata Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail, Jumat (3/8).
Ia menambahkan ancaman Trump yang akan meningkatkan tarif impor barang Cina dari 10 persen menjadi 25 persen dibalas dengan ancaman retaliasi dari Cina. "Ancaman Tiongkok itu memperburuk isu perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina," katanya.
Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah kemungkinan bergerak ke kisaran level Rp 14.500-Rp 14.550 per dolar AS pada akhir pekan ini (Jumat, 3/8).
Sementara itu, Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong mengatakan depresiasi nilai tukar rupiah diharapkan dapat terbatas terhadap dolar AS seiring dengan intervensi Bank Indonesia di pasar domestik. "Rupiah dalam penjagaan Bank Indonesia, diharapkan tekanannya terbatas sehingga tidak membuat gejolak di pasar," katanya.
0 komentar :
Posting Komentar