WWW.JURNAL MEDIA INDONESIA.COM

Keberpihakan TNI Pada Rakyat Paling Mendapat Sorotan

Panglima TNI Jenderal Gatot
JAKARTA, JURNALMEDIAIndonesia.com - Kiprah dan kinerja Tentara Nasional Indonesia (TNI) selalu mendapat sorotan para pengguna media sosial, khususnya Twitter. Sepanjang 3 Oktober 2016-3 Oktober 2017, percakapan tentang TNI
Hal itu berdasarkan temuan Indonesia Indicator (I2), sebuah perusahaan di bidang intelijen media, analisis data, dan kajian strategis dengan menggunakan software AI (Artificial Intelligence).

Dalam riset bertajuk "TNI dalam respons Netizen" itu, I2 juga menemukan gejolak situasi politik belakangan ini memengaruhi percakapan netizen terhadap TNI. Dalam 10 frasa terbanyak disebut TNI adalah Komunisme, Ulama, Rakyat, Demonstrasi, Senjata, Makar, Pilkada, Bencana, Australia, dan Korupsi.

Tujuh frasa diantaranya berkaitan dengan suhu politik di dalam negeri. Dalam hal ini, netizen banyak menyapa TNI untuk senantiasa menjaga netralitas dan keberpihakannya pada masyarakat-bahkan lebih khusus lagi mereka menyebut dengan istilah "rakyat" dan "ulama".

"Mereka menyandarkan harapan, memberi apresiasi, menyatakan dukungan, antusiasme dan dan kepercayaannya pada TNI pada kasus-kasus tertentu. Khususnya pada gejolak politik dan pilkada, warganet menyebut langsung agar TNI menjaga netralitas serta keberpihakannya pada rakyat dan ulama," ujar Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2) Rustika Herlambang dalam keterangannya, Kamis (5/10).

Rustika memaparkan, kedekatan dan keberpihakan TNI pada masyarakat dalam kasus yang sensitif menjadi salah satu hal yang paling disorot netizen. Isu terbesar perbincangan terbesar dalam setahun terakhir adalah mengenai kekhawatiran akan munculnya komunisme di Indonesia.

Meski perbedaan pandangan yang tajam mengenai komunisme berlangsung cukup sengit di Twitter, di lini masa terlihat bahwa dukungan netizen terhadap ajakan Panglima TNI untuk nonton bersama alias nobar film G30S/PKI. Menurut dia, percakapan tentang komunis yang dibicarakan sepanjang September tersebut telah menjadikan puncak percakapan terbesar mengenai TNI dalam setahun terakhir.

"Isu TNI masih menjadi magnet bagi netizen laki-laki dan mereka yang berusia muda. Sebanyak 148.542 akun (67,5%) percakapan dilakukan oleh netizen laki-laki, sementara perempuan sebanyak 71.587 akun (32,5%)," ucapnya.

Mereka yang paling banyak merespons TNI adalah netizen generasi Z dan generasi Y atau dikenal dengan kaum milenial. Sebanyak 35,3% berasal dari percakapan netizen usia 18-25 tahun (67771 akun), dan mereka dengan rentang usia 26-35 tahun sebanyak 34,6% (66.764 akun). Netizen berusia di atas 35 tahun ditengarai berjumlah 44.314 akun atau sebesar 23%. Sisanya mereka yang berusia di bawah 18 tahun.

RMOL/RED
Share on Google Plus

0 komentar :

Posting Komentar

Berita Terkini

Wujudkan Program Kartu Bagja Raharja, H Sutrisno Ajak Warga Panongan Coblos No 02 Karna - Koko

MAJALENGKA, JMI - Calon Bupati Majalengka H Karna Sobahi berjanji akan memberdayakan perempuan melalui Majelis Taklim, hal terse...